Senin, 11 Juni 2012

perkembangan embrio ayam


LAPORAN RESMI
PRAKTIKKUM EMBRIOLOGI HEWAN


I.          JUDUL: PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM
II.       TANGGAL :
III.    TUJUAN:
1.      Mengetahui tahapan perkembangan embrio ayam
2.      Mengetahui bentuk embrio ayam pada tiap tahap perkembangan melalui preparat awetan.
3.      Mengetahui cirri-ciri tiap tahap perkembangan embrio ayam.

IV.    DASAR TEORI
Telur bangsa burung lebih besar daripada telur mamalia karena telur burung harus mengandung makanan (yolk) untuk perkembangan embrio yang tidak berada di dalam tubuh induknya.
Ayam merupakan hewan ovipar. Pembuahan terjadi di dalam tubuh induk dan telur dikeluarkan dari tubuh sudah terbungkus oleh cangkang yang sangat kuat untuk melindungi embrio di dalamnya. Setelah telur ibuahi sehingga menjelang menetas ternyata menunjukkan perubahan-perubahan berat embrio dan bentuk tubuhnya.
Aves juga memiliki
Untuk dapat berkembang menjadi individu baru, telur ayam perlu dierami. Perkembangan embrio pada saat masa pengeraman adalah yang paling mudah diamati. Adapun beberapa tahap perkembangan embrio ayam yang dapat diamati dengan jelas adalah sebagai berikut:
a.       Masa pengeraman 16 jam
Adanya pertumbuhan yang cepat akan terlihat suatu daerah lekukan yang pinggirnya bertanggul pada daerah blastodiscus. Daerah ini disebut daerah primitive embrio nantinya akan berkembang anterior dari garis ini.
b.      Masa pengeraman 19-21 jam
Pada stadium ini anterior dari nodus hensen telah berkembang dari sistem syaraf yang masih berupa lekuk neural dan terbentuk lekukan kepala, anterior dari lipatan kepala terlihat bening.
c.       Masa pengeraman 24-26 jam
Telah terbentuk 1 pasang somit lateral notochord, somid berikutnya akan terbentuk posterion dari yang pertama setiap jam, sedangkan lipatan kepala yang diikuti oleh pembentukan usus depan. Pada jam 35 akan terbentuk jantung yaitu dari mesoderm spandoris pada kaki, porta usus depan.
d.      Masa pengeraman 33  jam
Jantung sudah mulai membelok kekanan dan sudah terbentuk 1 pasang aorta dan vena vitelina, sistem-sistem saraf juga sudah mulai berdiferensiasi.
e.       Masa pengeraman 45-50 jam
Perubahan yang sangat jelas ditentukan adalah terjadinya torsi (Harlita.2005:14).
Ayam sebagai salah satu anggota bangsa aves juga mengalami tingkat perkembangan dari telur menjadi bentuk yang terdefinisi, meliputi:
1.      Perbanyakan
2.      Blastulasi
Blastula di blastodiscus terdapat 2 bagian yaitu:
a.       Area pellucid (bagian tengah) diatas blastocoels
b.      Area Opaca (bagian yang dibawahnya terdapat yolk)
c.       Epiblash (bagian luar) à selaput ekstraembrional untuk melindungi dan memberikan makan embrio adalah penebalan yang mula-mula terlihat dibagian tengah posterior dan area pellucid, terjadi karena imigrasi sel-sel dari bagian lateral dari epiblast posterior menuju ketengah (Yatim.1990:115).
3.      Gastrulasi
4.      Pada saat gastrulasi embrio dilapisi oleh 3 lapisan benih masing-masing: ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Pada saat inkubasi terbentuk:
ü  Pipa ectoderm à akan menghasilkan jaringan epitel sebelah luar tubuh, kulit epidermis dan derivatnya yang terdiri dari bahan tanduk, kuku, dll.
ü  Pipa mesoderm à menghasilkan banyak jaringan dan otot-otot lurik, otot polos dan otot jantung. Jaringan penunjang dan jaringan pengikat juga merupakan derivate dari mesoderm. Pipa bagian atas mesoderm membentuk otot daging tubuh columa vertebralis dan menggantikan notochord, sel rusuk, tulang tengkorak dan tulang muka. Pipa bagian tengah menghasilkan ginjal, gonad, dan saluran. Pipa bagian bawah menghasilkan bagian dermis kulit, otot subsitis, dll.
ü  Pipa Endoderm à menjadi lapisan terdalam dan saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar misalnya hati penkreas tumbuh dan pipa endoderm paru-paru berasal dari penonjolan ventral endoderm didaerah pharink.
ü  Pipa syaraf à menjadi otak di anterior (caput) dan medulla spinalis ditengah dan di posterior. Saluran dengan pipa dan mempunyai cara centralis pada batang saraf pada otak.
ü  Notochord à berkembang menjadi batang belakang (Jungudia.1950:256)
5.      tubulasi (pembentukan pipa-pipa)
6.      diferensiasi
Penebalan menyempit membentuk garis primitive dari posterior dan anterior sepanjang 60-75% area pellucid sumbu anterior dari embrio nantinya membentuk lekukan primitive fungsinya seperti bibir blastophorus pada katak, dimana terjadi modulasi dari sel kedalam blastocoels ujung anterior garis primitive ditemukan tonjolan yang disebut nodus Hansen yang sama dengan bibir blastophorus. Sel yang bermigrasi melalui nodus hensen bergerak kearah anterior adalah sel mesoderm yang akan membentuk notochord. Sel yang bermigrasi melalui lateral garis primitive akan membentuk mesoderm dan endoderm embrio.

V.       ALAT DAN BAHAN
A. Alat
-          Mikroskop             1 buah
-          Alat tulis             1 buah
B. Bahan
-          Preparat awetan
a.       Embrio ayam stria primitiva   
b.      Embrio ayam 3 somit
c.       Embrio ayam 5 somit
d.      Embrio ayam 11 somit
e.       Embrio ayam 30 jam
f.       Embrio ayam 48 jam
g.      Embrio ayam 72 jam

VI.    CARA KERJA
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Mengatur mikroskop sehingga siap untuk digunakan.
3.      Meletakkan preparat pada meja objek mikroskop.
4.      Mencari perbesaran yang tepat hingga diperoleh gambar yang jelas.
5.      Mengamati preparat yang ada.
6.      Menggambarkan gambar preparat yang terlihat pada mikroskop.
7.      Menganalisa tiap bagian yang nampak.

VII. HASIL DAN ANALISA DATA
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui bentuk embrio ayam pada tahapan perkembangan embrio ayam pada fase stria primitive, 3 somit, 5 somit, 11 somit, 30 jam, 48 jam, dan 72 jam.
Prinsip kerjanya ialah preparat awetan tahapan perkembangan embrio ayam dilihat di bawah mikroskop dan menggambarnya untuk selanjutnya dianalisis bagian-bagiannya.
Preparat awetan perkembangan embrio ayam yang diamati adalah sebagai berikut:
1.      Embrio ayam fase stria primitive
GAMBAR















KETERANGAN
































Pada fase primitive streak/stria primitif akan tumbuh somit-somit yang nantinya akan menjadi vertebrae dan calon otot. Stria primitive merupakan daerah lekukan yang pinggirnya bertanggul pada daerah meridian blastulosus yang terbentuk karena adanya pertumbuhan yang cepat. Selanjutnya, embrio  berkembang anterior dari garis ini. Lipatan primitive diseliputi oleh zona pellucida.
Primitive steak mulai terbentuk di daerah posterior zona pellucida dan mulai tumbuh dari sel epiblast yang bergerak ke arah median berlanjut ke arah posterior. Sel di dalam primitive steak akan memperbanyak diri hingga memenuhi hampir setengah zona pellucida yang terdiri dari bakal pre-chorda, notochord dan mesoderm yang berconvergensi streak dilanjutkan berinvolusi antar hipoblast dan epiblast.
Terbentuknya garis primitive yang berupa penebalan yang pertama kali terlihat pada bagian tengah posterior dari zona pellucida yang terjadi karena migrasi sel-sel dari bagian lateral dari epiblast posterior menuju ke median. Penebalan ini selanjutnya menyempit dan membentuk garis primitive dari posterior ke anterior sebanyak 60-70% dari zona pellucida. Lekuk primitive mempunyai fungsi seperti blastoporus pada katak yaitu sebagai tempat terjadinya involusi sel ke dalam blastosol.
Terdapat dua area yaitu: zona pellucid dan zona opacca. Somit-somit yang ada akan berkembang menjadi calon otot dan vertebrae. Pada bagian luar terdapat epiblast yang nantinya berkembang menjadi embrio. Embrio berkembang pada anteriornya dari garis di daerah primitive. Tahap ini terjadi pada saat gastrulasi.














2.      Embrio ayam 3 somit
GAMBAR




























KETERANGAN





















Pada tahap ini terdapat dan terbentuk  3 pasang somit, dimana somit pertama terbentuk setelah 21 jam inkubasi, yaitu somit lateral notochord. Somit-somit berikutnya akan terbentuk di bagian posterior dari somit yang pertama dalam setiap jam. Pada pembentukan lipatan kepala diikuti oleh pembentukan usus depan. Embrio ayam dengan 3 somit berarti telah terinkubasi selama 23 jam. Anterior dari daerah lipatan kepala terbentuk di daerah bening di mana tidak ada penyebaran sel bakal mesoderm. Terdapat 2 area yaitu zona opacca dan zona pellucida dimana area opaca sudah mulai muncul/ digantikan pro amnion.
3.      Embrio ayam 5 somit
GAMBAR


















KETERANGAN
































Fase 5 somit terbentuk setelah inkubasi atau pengeraman 35 jam. Lima buah somit terbentuk di bagian kanan dan kiri atau pada bagian lateral notochord. Pada tahap ini terbentuk penebalan yang disebut vesicular optic. Darah dan pembuluh darah yang tumbuh dari pulau pulau darah (area apaca vasculora) mengalami pertumbuhan, sedangkan pulau pulau darah yang berasal dari sel-sel mesoderm yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai jenis sel dan jaringan yang terdapat di mesenkim. Somit ini nanti akan berkembang menjadi otot-otot penting dalam tubuh.
Pada fase ini sudah terbentuk jantung di bagian sebelah kanan yang terbentuk dari mesoderm splanchis. Mempunyai vena emphala mesentria sepasang yang terdapat dikanan dan kiri dari canalis neurola. Mesoderm spactis lainnya akan terbentuk pulau-pulau daerah

4.      Embrio ayam 11 somit
GAMBAR


























KETERANGAN






























Fase sebelas somit terbentuk setelah masa pengeraman 33 jam. Pada embrio ayam 11 pasang somit, jantung sudah membelok kekanan dan sudah terbentuk aorta dan vena vitelina 1 pasang. Bagian ujung terdapat vesikulla yaitu perubahan di daerah mesencephalon. Sistem saraf mulai berdiferensiasi dan lateral prosencepalon menunjukkan penebalan yang disebut vesiculla opticus. Bagian posterior bumbum neciral masih berupa penebalan keping yang disebut sinus noboidalis. Porta usus depan sudah lebih ke posterior.

5.      Embrio ayam 33 jam
GAMBAR

















KETERANGAN





























Pada pengeraman setelah 30 jam beberapa bagian tubuh yang sudah mulai terbentuk antara lain yaitu:
-          Jantung di daerah ventral anterior intestinal. Pembentukanya dimulai dari perapatan median sepanjang kapiler sub intestinal di ventral foregut diikuti selandus mesoderm spinalis mesoderm yang membentuk lapisan epicardium direntang mesoderm yang membentuk lipatan ke dalam.
-          Tiga lapisan utama (ektoderm, endoderm dan mesoderm) yang sudah terlihat perbedaannya.
-          Sepasang aorta dan vena vitelina.
-          Somit
Somit berikutnya akan terbentuk pada bagian posterior dari yang pertama dalam setiap jam.
-          Lipatan kepala yang diikuti oleh pembentukan usus depan.
Bagian bumbung neural masih berupa keping yang terdiri atas neural groove dan neural fold. Sistem syarafnya mulai berdiferensiasi. Terlihat penebalan yaitu vesicular optic yang berbeda pada lateral prosensefalon. Bumbung neural masih berupa keping yang disebut sinus fobbidalis. Porta usus depan sudah lebih ke posterior. Pada daerah ini coelom disebut sebagai daerah pericardium yang merupakan lapisan pembungkus jantung. Porta usus depan sudah lebih posterior.

6.      Embrio ayam 48 jam
GAMBAR









 
KETERANGAN















Embrio ayam pada fase ini mengalami perubahan yang sangat besar dan jelas yaitu ditemukannya torsi. Terbentuknya lensa mata, optic cup dan otak. Selain itu juga terdapat jantung dan V.optica yang merupakan penebalan dari lateral proenchephalon. Terdapat vena vitellina somit,spinal chomesoderm lateral. Tunas ekor sudah mulai terbentuk,berupa tonjolan ekor yang disebut talltoid.Tonjolan berada di atas yolk disebut juga jaringan ekstra embrional. Pada seri pertama terbentuk paniris arcus aurticus, chorda dorsalis, dan selaput embrio. Cana neulis, chorda dorsalis dan porebud ada pada seri 2. Perkembangan seri 3 ditemukan anterior intershenier portae. Sudah terbentuk lipatan ekor dan 4 arcus branchialis

7.      Embrio ayam 72 jam
GAMBAR
 



 

KETERANGAN






















 
Pada stadium ini sudah ada kuntum kaki somit, kuntum sayap, ventrikel dan atrium. Embrio ayam pada sistem respirasi setelah tumbuh vena yang selanjutnya erbagi menjadi dua yaitu vena amphala mesentrica kanan dan kiri. Pada daerah anterior tubuh terjadi invaginasi membentuk mesoderm yang akan bertemu dengan bumbung endoderm yang kemudian berkembang menjadi mulut.
Pada bagian ventral, ketiga lapisan benih  bersatu dari arah lateral. Di daerah posterior terjadi invaginasi yang akan bertemu bumbung endoderm menjadi dubur. Terdapat himepere otak, bakal jantung, telinga dan mata, tunas ekor dan tunas kaki, prosenphalon, serta mesencepalon.
Pada seri 1 dan 2 hampir sama, hanya saja berbeda pada bagian mesenchepalon yang agak bergeser untuk selanjutnya menjadi faring. Notochord telah berkembang menjadi vertebra. Pada seri ke tiga terbentuk Liner, vertical, diencephalon dan lien. Pada seri ke 4 terdapat ampalo mesentrica arteri. Perut, coelin dan ekor terbentuk pada seri ke 5.

VIII.   KESIMPULAN
1.      Pada ayam pembuahan terjadi sebelum telur dikeluarkan oleh induk karena fertilisasi bersifat internal.
2.      Masa pengeraman ayam ada 4 tahap yaitu:
a.       Pengeraman 16 jam
Adanya perubahan cepat didaerah primitive
b.      Pengeraman 19-21 jam
Anterior dari nodus hensen berkembang sistem syaraf berupa neural groove
c.       Pengeraman 24-26 jam
Terbentuk 1 somit lateral notochord
d.      Pengeraman 33 jam
Jantung sudah membelok kekanan terbentuk 1 pasang aorta
3.      Perkembangan mebrio ayam pada preparat
a.       Embrio ayam stria primitive
Akan terbentuk somit yang akan menjadi tulang belakang juga terdapat garis primitive yang dikelilingi lipatan primitive.
b.      Embrio ayam 3 somit
Terdapat 3 pasang somit yang terletak pada lateral notochord
c.       Embrio ayam 5 somit
d.      Jantung terbentuk dari mesoderm, splancis, pada kaki porta.
e.       Embrio 11 somit
Jantung sudah membelok kekanan terdapat 11 pasang somit
usus depan. Jumlah somit ada 5 pasang.
f.       Embrio ayam 33 jam
Jantung sudah mulai  membelok kekanan, sudah terbentuk 1 pasang aorta.
g.      Embrio ayam 48 jam
Perubahan yang sangat jelas adalah terjadi torsi sudah terbentuk lipatan ekor.
h.      Embrio ayam 72 jam
Sudah terbentuk hemisphere otak, bakal jantung, bakal telinga, mata terdapat pula procephalon, mesenchepalon dan selaput efistra embrional.

IX.    DAFTAR PUSTAKA
Evelyn. 1985. Anatomi dan Fisiologi Manusia untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia.
Harlita.2005.Petunjuk Praktikum SPH3. Surakarta:UNS Press.
Junqueri.1980. Histologi Dasar. Jakarta: PT EGC.
Sarjono.1991, petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Bandung: tarsito.
Yatim ,Wildan.1990. Reproduksi dan Embriologi. Bandung: Tarsito.


JAWABAN PERTANYAAN

1.      Pengamatan embrio ayam umur inkubasi 48 jam telah dilakukan. Bakal organ apa sajakah yang berasal dari ectoderm, endoderm dan mesoderm?
Jawab:
Bakal organ pada embrio inkubasi 48 jam
-       Ektoderm        : perkembangan sistem syaraf dan perkembangan mata
-       Mesoderm       : perkembangan jantung dan pembuluh darah, anggota badan, sistem ekskresi, sistem reproduksi
-       Endoderm       : perkembangan paru-paru, hati, pancreas, katung empedu
2.      Anda telah mengamati pembuluh darah yag terbentuk pada perkembangan embrio ayam, jelaskan tentang:
a.       Awal terbentuknya pembuluh darah
b.      Terbentuknya jantung
Jawab:
a.       Awal terbentuk pembuluh darah adalah serentak dengan proses tubulasi pada ketiga lapis benih terjadi pada pertumbuhan pembuluh darah bersama darahnya. Darah dan pembuluh darah tumbuh dari pulau-pulau darah yang terdapat pada slanic mesoderm didaerah yolk. Pembuluh darah primitive berupa selapis sel-sel endothelium yang tumbuh di ventral foreguk
b.      Terbentuk jantung adalah setelah terbentuk pembuluh darah maka didaerah supraintertinal membuat percabangan ke ventral menuju yolk disebut kapiler vitelin, Seiring dengan terbentuknya diventriculum hepar diventrical fore guk, kedua kapiler subintestinal diventri foreguk itu akan merapat di lateral ke median lalu bergabung membentuk satu bumbung pendek semacam gembungan yaitu jantung.
3.      Bandingkan dan jelaskan perbedaan perkembangan organ pada embrio ayam umur inkubasi 33 jam san 48 jam!
Jawab:
Embrio ayam 33 jam
Embrio ayam inkubasi 48 jam
Terbentuk 11 pasng somit

Pada kepala bakal otak terbentuk mesencephalon dan proexchepalon

Telah ada perubahan yang disebut vena optica
Somit-somit telah berkembang banyak dan hampir sempurna
Antara tonjolan kepala dan ekor dengan jaringan embrional telah terbentuk celon

Sudah terbentuk lipatan ekor dan 4 archus branchialis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar